Sejarah Bus Pariwisata Mas Wahid Youtuber Asli Semarang


Maniabus.com - Youtuber asal Semarang, Mas Wahid, belakangan ini membuat ramai dunia bis mania karena sukses membuat bis pariwisata dari armada bekas.

Mas Wahid juga share cerita inspiratifnya, dari yang dahulunya fans bis, sampai sekarang dapat mempunyai bis pertama kalinya sendiri.

"Jadi mengapa saya ketarik dengan bis, karena telah spirit (nafsu) dari SMA dahulu. Saat SMA itu saya bekerja, harus mondar mandir ke Surabaya, bis jadi unggulan saya untuk bawa saya ke situ on time, selanjutnya harus balik lagi ke rumah agar besoknya dapat sekolah," kata Mas Wahid, 

Lalu kenapa pilih membuat armada bis pariwisata di tengah-tengah keadaan kritis karena wabah virus Corona saat ini? Walau sebenarnya banyak posisi rekreasi di tutup dan beberapa orang yang takut pergi untuk menghindar penyebaran virus. 

Mas Wahid menerangkan bila sekarang ini peristiwa yang pas untuk beli armada bis sisa karena harga cukup jatuh.

"Mengapa saya membeli bis waktu wabah seperti begini? Malah ini ialah keputusan yang paling tepat. Mengapa? Karena 'mohon maaf' banyak PO (Perusahaan Otobus) yang kesusahan permasalahan keuangan. Jadi seperti bis ke-2 yang saya membeli itu kan murahnya tidak karu-karuan. Ucapkan pasaran Rp 600 juta-Rp 700 juta, ini dapat kebeli pada harga Rp 450 juta," lebih konten creator yang populer dengan video 'Berburu Mobil Mimpi' itu.

Sebagai info, bis pertama Mas Wahid yang dia namakan dengan namanya sendiri adalah armada sisa PO Haryanto HR 009 yang layani jalur atau rute Madura-Jakarta.

"Untuk sasisnya memakai bikinan Hino dengan code sasis RK8 dan nama teknisnya R260. Ia dapat hasilkan 260 horsepower. Selanjutnya bodynya dari awalnya saya membeli itu memakai body jahitan Adiputro, Jetbus 1 (high decker)," ikat pria kelahiran Jepara.

Bis pertama Mas Wahid itu lalu diganti bodynya dengan design Jetbus 3 yang modern, dengan ide double glass (kaca ganda) dan wujud selendang ala-ala 'ayam keprek', tulisan Voyager di kaca depan.

"Karena (Jetbus 3) itu yang paling ngetrend untuk body 2020. Tetapi memang rombakannya tidak dimasukkan pada Adiputro langsung, tetapi bodi repair relasi (Bodi 99 Malang), hingga keinginannya dapat bisa lebih cepat serta lebih murah tentu saja," sambungnya.

Masalah harga, rinciannya untuk mesin dengan keadaan dalaman ditukar baru ongkosnya Rp 150 juta, selanjutnya harga bangkainya (sasis dan body) Rp 450 juta, dan ongkos untuk rebody dan pembaruan interior sejumlah Rp 220 juta.

"Menjadi saat membeli keadaannya bis itu betul-betul bahan ya. Orang sebutkan itu bangkai, mengapa? Karena ia karena sangat terforsirnya kerja, itu mesin telah pecah. Tetapi jika body luar itu tetap relatif bagus, tetapi dalamnya memang mutlak harus diperbaharui ke mode 2020 karena banyak beberapa titik kusam dan aus di mana saja. Untuk exterior masih bagus, karenanya kan jalan pertama kalinya tahun 2016. Tetapi ingin tidak mau harus di-rebody untuk mode yang terkini, dan saat ini (telah diperbarui semua) insyaAllah dapat dihandalkan," tutur Mas Wahid.